Baja ringan merupakan salah satu bahan bangunan yang biasa digunakan untuk konstruksi terutama pada bagian atap bangunan. Baik itu digunakan untuk pembangunan rumah, gudang, tempat parkir, pabrik atau bangunan lain yang biasanya dibuat dalam konstruksi.
Baja ringan sebagian besar terdiri dari campuran seng dan aluminium. Penggunaan bahan bangunan ini akhirnya mengalami kemajuan terutama dari segi kualitas. Semakin banyak produsen rangka baja ringan yang menyesuaikan produksi bahan ini dengan standar SNI (Standar Nasional Indonesia).
UKURAN BAJARINGAN
Dilihat dari ketebalannya, baja ringan hadir dalam berbagai ukuran dari tebal 0,60mm hingga 1,00mm. Selain itu, ada juga ukuran mulai dari 0,31 mm hingga 1,00 mm. Penggunaannya yang paling umum adalah rangka atap dan rangka untuk menggantung plafon sebagai langit-langit di dalam ruangan.
Baja ringan yang digunakan sebagai atap memiliki dimensi yang berbeda yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah ketebalan dan berat itu sendiri, area konstruksi, lokasi, dan bahkan jenis ubin yang ingin Anda gunakan. Untuk salah satu ukuran yang umum digunakan untuk kuda-kuda ialah ukuran 6 meter dan 8 meter. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat daftar lengkap ukuran dan jenisnya di bawah ini!
| BAJA RINGAN | DIMENSI | UKURAN |
| Baja Ringan Kanal C | 0.60 mm – 1.00 mm (t. 75 mm) | 6 Meter |
| Baja Ringan Reng | 0.45 mm (t. 28 mm – 40 mm) | 6 Meter |
| Baja Ringan Taso | 0.65 mm – 1.00 mm (t. 75 mm) | 6 Meter |
| Baja Ringan Hollow | 2×4 mm / 4×4 mm | 4 Meter |
Baca Juga!
Harga Sewa Pompa Beton Murah
JENIS-JENIS BAJA RINGAN

- ZINCALUME
Merupakan jenis yang terbuat dari campuran logam yaitu 45% seng dan 55% aluminium. Pembuatan produk ini menggunakan teknologi tinggi dan komposisi yang cermat sehingga memiliki kualitas yang baik. Baja jenis ini tahan terhadap suhu tinggi dan korosi. Tidak hanya itu, baja zincalume juga cukup terjangkau.
- GALVANIS
Galvanis adalah jenis yang melalui proses galvanizing atau pelapisan seng. Baja ini mengalami proses finishing dengan pelapisan 98% seng dan 2% aluminium. Fungsi seng atau zinc adalah untuk melindungi dari korosi. Hanya saja dengan penggunaan baja ini masih bisa mengalami korosi. Namun, harga galvanis lebih murah.
- GALVALUM
Baja ini merupakan bahan pelapis, sebagian besar pelapis awalnya adalah aluminium dengan komposisi 55%. Sedangkan unsur zinc mencapai 43,5%, selebihnya merupakan pelapis lain yang serupa dengan silikon. Keuntungannya adalah peningkatan ketahanan dan ketahanan korosi. Hanya saja harga galvalum lebih mahal.
KELEBIHAN BAJARINGAN SEBAGAI BAHAN KONSTRUKSI
Telah diuraikan diatas mengenai bajaringan sebagai bahan material bangunan. Sekarang anda perlu ketahui apa saja kegunaan dan kelebihan dari produk tersebut. Berikut ini beberapa kelebihannya :
- RINGAN DAN MUDAH DIPASANG
Berat atap produk ini cukup ringan dibandingkan dengan bahan atap lainnya, yaitu hanya sekitar 9kg/m2. Sifatnya yang ringan juga memudahkan pekerja konstruksi untuk memasang rangka atap.
- KUAT DAN AWET
Walaupun bahan ini ringan, namun keunggulan dari bajaringan sendiri adalah cukup kuat dan tahan lama. Dan juga bahan bangunan ini tidak berkarat dan tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem, sehingga dapat melindungi rumah Anda semaksimal mungkin.
- MUDAH DIBENTUK DAN DISAMBUNG
Atap baja ringan bisa menjadi solusi untuk membuat atap bangunan yang sesuai dengan keinginan anda. Hal ini dikarenakan material bajaringan ini dapat dengan mudah dipotong dan dibentuk mengikuti bentuk rangka yang kita inginkan. Selain itu, bajaringan juga dapat direkatkan ke atap jenis lain dengan menggunakan bahan pengikat baja.
- TEGANGAN TINGGI
Atap baja ringan ternyata memiliki karakteristik yang lebih fleksibel dibandingkan jenis atap lainnya. Kelenturan rangka atap jelas sangat penting karena semakin besar tegangan tarik atap maka semakin banyak energi yang dapat diserap.
KEKURANGAN BAJA RINGAN SEBAGAI BAHAN KONSTRUKSI
Setelah diterangkan diatas mengenai kelebihan bajaringan, selanjutnya klita akan bahas mengenai kekuranganya. Apa saja kekurangan bajaringan? berikut ini beberapa kekurangannya :
- MUDAH TERBAWA ANGIN
Karena bobotnya yang ringan, baja ringan itu sendiri dapat dengan mudah terhempas. Namun, jika Anda menginstalnya dengan benar, itu tidak akan terjadi. Sistem penyambungan baja ringan yang hanya menggunakan baut memudahkan angin kencang bertiup dari rangka atap rumah yang sedang dibangun.
- RENTAN ROBOH
Atap baja ringan menggunakan sistem berbentuk jala untuk dapat membangun atap yang kuat dan tahan lama. Ini akan berbahaya jika tidak diperhitungkan dengan benar. Kegagalan dalam menghitung konstruksi atap rumah dapat menyebabkan kegagalan total sehingga atap dapat runtuh.
- TAMPILAN KURANG INDAH
Struktur atap rumah harus mampu menahan beban berat atap. Hal ini menjadi nilai tambah bagi kekokohan pondasi rumah, namun secara estetika kerapatan rangka baja ringan ini terlihat diabaikan dan dapat mengurangi keindahan bangunan.
Untuk harga dan ketersediaan barang anda dapat langsung menghubungi marketing kami di nomor yang telah tertera.
